Bius ~ Benny Yohanes

May 23, 2018


Karya Benny Yohanes
TOKOH : Tuna S, Amin, Orang Tua

Sebuah sudut di kamar periksa dokter, dilator belakang Nampak kamar-kamar sempit, tiang-tiang kokoh dan pintu-pintu berkaca buram. Sebuah rumah sakit yang sudah sangat lama digunakan,namun tidak dirawat.
            Tuna S masuk ruangannya, diseputar dinding  Nampak terjejer rapih gambar-gambar
manusia yang tersenyum. Amin dan seorang tua berjejer duduk diruang tunggu. Tuna s Nampak baru bangun tidur. Dia duduk di atas sebuah peti mati, yang dijadikannya meja untuk menerima dan memeriksa pasien.
            Tuna S membuat tanda salib , lalu membuka peti mati. Dari dalam petinya lalu diambil gayung, odol, sikat, lalu menggosok gigi. Lalu setelah itu menelan sebutir pil, dan dia bersendawa. Ditutupnya peti mati lalu membuat tanda salib lagi. Diruang tunggu terdengar orang tua terbatik-batuk. Amin membantu melegakan nafasnya.

TUNA S
Suster… Suster… ( sepi tak ada jawaban. melihat pada orang tua. matanya saling tertumbuk ) masuklah. ( Dokter melepaskan kerekan. ke ranjang alat-alatnya tur un tepat dihadapan dadanya ).

AMIN
nama saya Amin, Dokter.

Tuna S ( duduk menghadapi dengan tatapan kosong ).
apa cita-citamu?

AMIN ( heran ).
saya mau berobat.

TUNA S
Oh, maaf. Saya selalu teringat noni, saudaraku. Maksud saya, Ayahmu sakit apa?

AMIN
Maksud Dokter…

TUNA S
Panggil aku Tuna. Tuna Sumantri ( terdengar batuk Orang tua. Tuna mengeluarkan nama dari keranjang peralatannya. memperlihatkan kaus yang dipakainya. lalu celana panjangnya. tulisannya : Tuna s)

AMIN
Baik. Nama saya Amin. Saya sakit

TUNA S ( berdiri ).
O, kukira kau hanya mengantar Ayahmu kesini.
AMIN
Bukan. Aku tidak kenal Orang tua itu. dia datang sesudah aku. Saya kira memang sakitnya lebih parah.

TUNA S
Jadi dia bukanAayahmu? ( pergi ke pintu . memandang Orang tua) Suster… Suster… ( jengkel ). Kemana mereka?! ( Dokter bertumbu pandang dengan Orang tua. pandangannya aneh. Dokter mengangguk ).

AMIN ( Amin mencoba menggerak-gerakan tangan kanannya yang sulit di gerakan ).

TUNA S
Kenapa kamu Amin? 

AMIN
Tangan saya tidak bisa bergerak. Dan akhir-akhir ini mataku rasanya bertambah berat. Penglihatanku kabur.

TUNA S ( memegang-megang tangan Amin ).
Apa kerjamu?

AMIN
Menulis, Dokter ( Dokter mengacungkan papan namanya ).  Aku menulis, Tuna.

TUNA S
Jadi kau seorang pengarang Amin?

AMIN
Belum jelas.

TUNA S
Maksudmu? ( sambil meneliti tangan Amin ).

AMIN
Aku menulis karena kesukaan saja. ( Dokter menyuruh membuka rahang ).

TUNA S
Kesukaan? (Amin mengangguk, Dokter mengatupkan rahang Amin ).
Hahaha… aku punya saudara, juga pengarang seperti kau. Kalau kutanyakan : Noni apa saja yang kau tulis itu, dengan tak acuh dia akan bilang : apa saja yang kusuka! Hahaha. Dan roman mukanya mengerut persisi seperti kau menjawab pertanyaanku tadi. Kau sepreti Noni.

AMIN
Aku Cuma menulis apa yang melintas pada pikiranku.

TUNA S
Itu bagus. Setidaknya kau tahu betul apa yang kau tulis. Kapan saja kau menulis?
AMIN 
Setiap hari. Setiap waktu. Setiap hatiku menginginkannya. (Orang tua itu bukan lagi).

TUNA S
kau pasti mengenal, siapa itu…, Agatha Kristiono?

AMIN
Tidak.

TUNA S
Tapi kau seorang pengarang?

AMIN
Memang. Tapi hidupku kurasa tak membutuhkan teka-teki dan misteri.

TUNA S
Kalau begitu, kau pasti lebih menyukai karangan-karangan Eddy Durennmatt Iskandar?

AMIN
Tidak, Dokter. Kuras Tuhan tidak membuat hidup semudah novel-novel itu.

TUNA S
Kau seorang pemikir rupanya.

AMIN
Aku menyukai peperangan. Ya! Aku selalu menulis tentang itu. Sebab dalam peperangan selalu lahir pahlawan-pahlawan ( Orang tua batuk-batuk lagi ).

TUNA S
Sebentar! ( bergegas ke pintu ).  Suster… ( mendekati Orang tua ) masuklah, Pak.

AMIN
Selesaikan dulu. Aku tidak apa-apa ( batuk-batuk lagi ).

TUNA S
Bapak perlu minum?

ORANG TUA
Tidak, terima kasih, aku tidak bisa menerima kebaikan orang, sebelum aku berbuat sesuatu kepadanya.

TUNA S
Baik. ( kembali kepada Amin ) rasanya dia mengenalku. Matanya… ah.

AMIN
Apa memang tanganku lumpuh, Dokter Tuna?



naskah lengkap  Bius ~ Benny Yohanes dapat diunduh dibawah ini
https://perpusnaskah.blogspot.co.id
Share via FB/Twitter / Google Plus untuk melihat alamat unduhan

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »