GRAFFITO
SEORANG
LIMBO MENCARI SEORANG AYESHA (GONG 3X)
LAKI-LAKI I : Kata
orang, Limbo kemarin lewat depan rumah kamu.
LAKI-LAKI II : Tidak
Limbo membeli roti di kedai roti dibungkus kertas bekas surat cinta.
LAKI-LAKI : Amboi,
Limbo pidato amat galaknya di teater gedongan.
LAKI-LAKI : Limbo
bersepatu amat baunya, tetapi rambut amat (….missing text…)
: Limbo jadi presiden republik berpikir bebas
kelak.
LAKI-LAKI I : Dia
sudah jadi presiden dikalangan kamu.
: Pernah membajak kapal.
: Benar juga perawan, lho.
: Sering mimpi dia.
: Jadi Tuhan.
: Hmmmm betul juga mimpi jadi banci.
: Segala sekolah pernah diinjak.
: Sampai kepala guru kepala.
: Segala pantat pernah dipandang.
: Termasuk pantat mertua seorang kawan.
: Dan jika berjalan selalu dekat di dinding
penuh tulisan : cakar, coret-moret, gambar2, tangan2 nakal, kepala runyam,
mulut2 gatal.
: Hei, bukan pesan, ralat! Tontonan.
: Kata orang lagi :
Limbo
barangkali bukan orang, entahlah, barangkali (…missing text…) nasi dikepala
yang pernah, yang pernah dengar Limbo.
: Kata orang pula :
Nah,
karena kamu sudah baca Limbo ini, mau tidak mau harus kamu jelaskan pada yang
belum tahu siapa Limbo, apa Limbo, penjelasan tidak mesti pidato atau jual koyo
atau agitari atau diskusi atau pameran, atau teka-teki atau…… kamu berdiri
dimana saja sudah merupakan penjelasan yang sah, dan teatermu sah, teater
instink, naluri, alamiah, tanpa pretense dan saat ini Limbo memanggil Ayesha.
------------------------------------oooooOOOooooo---------------------------------
LIMBO : Ayesha,
Ayeshaaaaaaaaaaaaaaaaa
KOOR PEREMPUAN : Bets-syyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy
LIMBO : Limbo
disini.
KOOR LAKI-LAKI : Rick
Corona.
LIMBO : Di
mana kau
KOOR PEREMPUAN : Di
mana kau
LIMBO : Ayesha
KOOR PEREMPUAN : Betsy
LIMBO : Limbo
di sini
KOOR LAKI-LAKI : Rick
Corona
LIMBO : Di
mana kau Ayesha.
KOOR PEREMPUAN : Di
mana kau Betsy
(PAUSE)
LIMBO : Limmmmmmmmbo
KOOR LAKI-LAKI : Riiiiiiiiiiick
Co
LIMBO : Ayesha
KOOR PEREMPUAN : Betsy
(LIMBO MENGAMBIL DUA BUAH BATU)
LIMBO : Limbo
di sini
KOOR LAKI-LAKI : Rick
Corona
LIMBO : Limbo
KOOR LAKI-LAKI : Rick
Co
(LIMBO MELEMPAR ARAH SUARA KOOR
DENGAN SATU BATU)
LIMBO : Limbo
di sini
KOOR LAKI-LAKI : (DIAM)
LIMBO : Di
mana kau Ayesha
KOOR PEREMPUAN : (DIAM)
(PAUSE)
------------------------------------oooooOOOooooo---------------------------------
Limbo
menulis di dinding putih latar belakang : Limbo…. Ayesha (DLL). Lalu Limbo
makan roti sambil membaca bekas surat cinta. Surat cinta dari kang Leman,
tukang becak yang sering parkir di pojok jalan kepada pacarnya, dik Situn,
bedinde baru rumah loji dekat pojok jalan itu. Surat itu ikut terbuang ke bak
sampah digaet oleh kolektor puntung dan kertas itu lalu dijual kepada mbok2
agen barang loakan, dari mbok itu dioper ke kedai roti, tukang roti membungkus
roti Limbo dengan surat itu, Limbo membaca.
------------------------------------oooooOOOooooo---------------------------------
Latar
belakang muncul satu bentuk perempuan. LIMBO menoleh seolah merasa diperhatikan
si bentuk. Limbo mendekati bentuk yang di matanya sebagai Ayesha. Bentuk itu
memang perempuan. Limbo pasti, itu Ayesha.
Tiba-tiba
bentuk itu mengangkat tangannya berjumlah puluhan sekaligus. Limbo menghadapi
perempuan tangan puluhan. Limbo takut dan gejolak birahi. Limbo membayangkan bergumul
peri2, cumi2, atau peri gurita dalam dongeng lama dalam laut. Takut dan birahi
mana yang dipilih. Limbo adalah kebimbangan panjang. Perempuan tangan puluhan
adalah kebetinaan dan sekaligus Chauvinis.
------------------------------------oooooOOOooooo---------------------------------
Muncul
di latar belakang dari sisi lain satu bentuk laki2. tangannya juga puluhan,
angkat sekaligus. Lelaki tangan puluhan adalah laki2 jantan yang terlalu
kelaki-lakian dan banditis. Kedua bentuk mengancam Limbo dari dua arah. Limbo
yang malang.
Muncul
di pojok lain. Ia begitu sendiri tanpa embel-embel.
LAKI-LAKI I : Kata
orang :
Ayesha
kemarin sudah lain dengan Ayesha hari ini.
: Tidak, Ayesha di mana-mana adalah satu Ayesha,
tidak ada duanya. Demikian ujar sang klise.
: Amboi, hampir persis cetakan kue yang sekali
cetak lantas dibuang.
naskah lengkap Graffito ~ Akhudiat dapat diunduh dibawah ini
Share via FB/Twitter / Google Plus untuk melihat alamat unduhan
Tweet
Tweet


