Graffito ~ Akhudiat

May 12, 2018


GRAFFITO

SEORANG LIMBO MENCARI SEORANG AYESHA (GONG 3X)
LAKI-LAKI I                     :  Kata orang, Limbo kemarin lewat depan rumah kamu.
LAKI-LAKI II                    :  Tidak Limbo membeli roti di kedai roti dibungkus kertas bekas surat cinta.
LAKI-LAKI                        :  Amboi, Limbo pidato amat galaknya di teater gedongan.
LAKI-LAKI                        :  Limbo bersepatu amat baunya, tetapi rambut amat (….missing text…)
                                             :  Limbo jadi presiden republik berpikir bebas kelak.
LAKI-LAKI I                     :  Dia sudah jadi presiden dikalangan kamu.
                                             :  Pernah membajak kapal.
                                             :  Benar juga perawan, lho.
                                             :  Sering mimpi dia.
                                             :  Jadi Tuhan.
                                             :  Hmmmm betul juga mimpi jadi banci.
                                             :  Segala sekolah pernah diinjak.
                                             :  Sampai kepala guru kepala.
                                             :  Segala pantat pernah dipandang.
                                             :  Termasuk pantat mertua seorang kawan.
                                             :  Dan jika berjalan selalu dekat di dinding penuh tulisan : cakar, coret-moret, gambar2, tangan2 nakal, kepala runyam, mulut2 gatal.
                                             :  Hei, bukan pesan, ralat! Tontonan.
                                             :  Kata orang lagi :
                                                Limbo barangkali bukan orang, entahlah, barangkali (…missing text…) nasi dikepala yang pernah, yang pernah dengar Limbo.
                                             :  Kata orang pula :
                                               Nah, karena kamu sudah baca Limbo ini, mau tidak mau harus kamu jelaskan pada yang belum tahu siapa Limbo, apa Limbo, penjelasan tidak mesti pidato atau jual koyo atau agitari atau diskusi atau pameran, atau teka-teki atau…… kamu berdiri dimana saja sudah merupakan penjelasan yang sah, dan teatermu sah, teater instink, naluri, alamiah, tanpa pretense dan saat ini Limbo memanggil Ayesha.

------------------------------------oooooOOOooooo---------------------------------

LIMBO                                :  Ayesha, Ayeshaaaaaaaaaaaaaaaaa
KOOR PEREMPUAN        :  Bets-syyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy
LIMBO                                :  Limbo disini.
KOOR LAKI-LAKI           :  Rick Corona.
LIMBO                                :  Di mana kau
KOOR PEREMPUAN        :  Di mana kau
LIMBO                                :  Ayesha
KOOR PEREMPUAN        :  Betsy
LIMBO                                :  Limbo di sini
KOOR LAKI-LAKI           :  Rick Corona
LIMBO                                :  Di mana kau Ayesha.
KOOR PEREMPUAN        :  Di mana kau Betsy
(PAUSE)
LIMBO                                :  Limmmmmmmmbo
KOOR LAKI-LAKI           :  Riiiiiiiiiiick Co
LIMBO                                :  Ayesha
KOOR PEREMPUAN        :  Betsy
(LIMBO MENGAMBIL DUA BUAH BATU)
LIMBO                                :  Limbo di sini
KOOR LAKI-LAKI           :  Rick Corona
LIMBO                                :  Limbo
KOOR LAKI-LAKI           :  Rick Co
(LIMBO MELEMPAR ARAH SUARA KOOR DENGAN SATU BATU)
LIMBO                                :  Limbo di sini
KOOR LAKI-LAKI           :  (DIAM)
LIMBO                                :  Di mana kau Ayesha
KOOR PEREMPUAN        :  (DIAM)
(PAUSE)
------------------------------------oooooOOOooooo---------------------------------

Limbo menulis di dinding putih latar belakang : Limbo…. Ayesha (DLL). Lalu Limbo makan roti sambil membaca bekas surat cinta. Surat cinta dari kang Leman, tukang becak yang sering parkir di pojok jalan kepada pacarnya, dik Situn, bedinde baru rumah loji dekat pojok jalan itu. Surat itu ikut terbuang ke bak sampah digaet oleh kolektor puntung dan kertas itu lalu dijual kepada mbok2 agen barang loakan, dari mbok itu dioper ke kedai roti, tukang roti membungkus roti Limbo dengan surat itu, Limbo membaca.
------------------------------------oooooOOOooooo---------------------------------
Latar belakang muncul satu bentuk perempuan. LIMBO menoleh seolah merasa diperhatikan si bentuk. Limbo mendekati bentuk yang di matanya sebagai Ayesha. Bentuk itu memang perempuan. Limbo pasti, itu Ayesha.
Tiba-tiba bentuk itu mengangkat tangannya berjumlah puluhan sekaligus. Limbo menghadapi perempuan tangan puluhan. Limbo takut dan gejolak birahi. Limbo membayangkan bergumul peri2, cumi2, atau peri gurita dalam dongeng lama dalam laut. Takut dan birahi mana yang dipilih. Limbo adalah kebimbangan panjang. Perempuan tangan puluhan adalah kebetinaan dan sekaligus Chauvinis.
------------------------------------oooooOOOooooo---------------------------------
Muncul di latar belakang dari sisi lain satu bentuk laki2. tangannya juga puluhan, angkat sekaligus. Lelaki tangan puluhan adalah laki2 jantan yang terlalu kelaki-lakian dan banditis. Kedua bentuk mengancam Limbo dari dua arah. Limbo yang malang.
Muncul di pojok lain. Ia begitu sendiri tanpa embel-embel.
LAKI-LAKI I                     :  Kata orang :
                                                Ayesha kemarin sudah lain dengan Ayesha hari ini.
                                             :  Tidak, Ayesha di mana-mana adalah satu Ayesha, tidak ada duanya. Demikian ujar sang klise.
                                             :  Amboi, hampir persis cetakan kue yang sekali cetak lantas dibuang.

naskah lengkap  Graffito ~ Akhudiat dapat diunduh dibawah ini
https://perpusnaskah.blogspot.co.id
Share via FB/Twitter / Google Plus untuk melihat alamat unduhan

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »