Adaptasi dari “ The Marriage “Karya : Nikolai Gogol
Sebuah adaptasi
dari “The Marriage”
Karya Nikolai
Gogol ( 1809 – 1852 )
Terjemahan Asrul
sani dan Teguh Karya
Praktek Comblang
merupakan hal yang amat lumrah dimana saja di dunia ini, bahkan pada abad
modern sekarang ini. Gogol menyindir dengan keras praktek Comblang semacam itu,
juga orang-orang yang mabuk kekayaan, feodalisme dan mabuk kekuasaan.
“Mak Comblang”
menggambarkan segala macam tingkah manusia, orang-orang yang ambisius, angkuh,
sok priyayi, kenes dan membanggakan diri secara berlebihan, serta orang yang
kehilangan akal sehatnya karena haus kekayaan. Mereka menganggap perkawinan
hanyalah transaksi dagang yang selalu harus memperhitungkan untung dan rugi
secara materi.
Dramatic personae
:
-
Akhmadin Akhmad
-
Karta
-
Karim
-
Ny. Eliya
-
Tigor
-
Rd.Tatang Serabi
-
Arjuna
-
Ambarita Ruwanti
-
Arina
-
Siti
B A B A K I
SEBUAH KAMAR BUJANGAN. AKHMAD SEDANG BERBARING DI DEPAN SEORANG DIRI.
AKHMAD : Kupikir ini suatu kemestian.
Pikir punya pikir aku sampai pada satu keputusan, bahwa seseorang mesti kawin.
Orang tak bisa terus membujang seperti ini. Bikin bosan ! Aku memang kelewatan.
Aku biarkan waktu nyelonong begitu saja. Pembicaraan pertama sudah lama banget
dilakukan. Mak Comblang sudah datang tiga bulan yang lewat. Betul- betul aku
mesti malu sama aku punya diri.
(
MEMANGGIL ) Karta ! ( KARTA MASUK ) Di mana itu Mak Comblang, Karta?
KARTA : Nyonya Elya tuan ?
AKHMAD : Nyonya Elya, tentu. Apa
pagi ini dia tidak datang ?
KARTA : Tidak, tuan. ( PAUSE
)
AKHMAD : Kau sudah pergi ke
tukang jahit ?
KARTA : Sudah tuan.
AKHMAD : Dia sudah bikin aku
punya yaas ?
KARTA : Ya, tuan.
AKHMAD : Hampir rengse ?
KARTA : Dia sedang kerjakan
tuan punya lubang kancing.
AKHMAD : Aku kira dia pasti
bertanya; ”Tuan Akhmad mau kawin, toch?”.
KARTA : Tidak, tuan.
AKHMAD : Lantas apa yang
dikatakannya ?
KARTA : Tidak apa-apa tuan.
AKHMAD : Ah masak. Yaasku itu
bukan satu-satunya yang dia kerjakan bukan ?
KARTA : Betul, tuan.
AKHMAD : Kau lihat semua itu ?
KARTA : Ya, tuan.
Bergelantungan di mana-mana dalam dia punya kamar, tuan.
AKHMAD : Kwalitetnya jelek,
tentu.
KARTA : Maksud tuan ?
AKHMAD : Jasku yang paling bagus.
Yang lain kurang bagus kwalitetnya bukan ?
KARTA : Oh iya, tuan. Yas
tuan yang paling bagus, tuan.
AKHMAD : Jadi punyaku yang
paling-paling bagus, ha ?
KARTA : Tak perlu
disangsikan lagi, tuan.
AKHMAD : Ha, jasku paling bagus.
Itu sebabnya itu tukang jahit tanya sama kau; “Kenapa kau punya tuan suruh
bikin jaas baru dari bahan yang begitu tinggi kwalitetnya ?”. Bukan begitu ?
KARTA : Tidak tuan.
AKHMAD : Apa ?
KARTA : Dia tidak bilang
begitu.
AKHMAD : Dia tidak bilang begitu
?
KARTA : Tidak, tuan.
AKHMAD : Kau tidak bilang, bahwa
aku ambtenaar yang tinggi pangkatnya ?
KARTA : Oh iya, tuan.
AKHMAD : Seorang opseter ?
KARTA : Ya, tuan.
AKHMAD : Dia ternganga ?
KARTA : Iya, tuan.
AKHMAD : Jadi dia ternganga ? Apa
katanya ?
KARTA : Dia bilang; “Kasih
tahu sama tuan Akhmad, bahwa aku akan bikin gembira hatinya”.
AKHMAD : Terima kasih, Karta. Kau
boleh pergi ( KARTA PERGI ). Aku seneng itu penjahit mau bikin aku gembira aku
punya hati ... Memang, buat bikin neces, menjaga tata krama, yaas item tak ada
bandingannya. Orang lain lebih seneng sama warna-warni tentu, tapi orang macam
apa ? Orang tak punya kedudukan, pegawai negri tingkat rendah, borjuis-borjuis
kecil, wong cilik. Seorang ambtenaar mesti tahu harga diri, memperhatikan adat
dan aturan. Dan aku, seibarat seorang Kolonel dalam ketentaraan. Aku punya
derajat sama dengan Kolonel, cuma aku tidak pakai epolet, bintang dan ombyok di
pundak. Karta ! ( KARTA MASUK ) Sudah beli semir sepatu ?
KARTA : Ya, tuan.
AKHMAD : Di mana ? Di toko De
Schoon seperti kukata ?
KARTA : Ya, tuan.
file dokumen lengkap naskah Mak Comblang ~ Nikolai Gogol dapat diunduh dibawah ini
Share via FB/Twitter / Google Plus untuk melihat alamat unduhan
Tweet
Tweet


