Rekaman Terakhir Krapp ~ Samuel Beckett

May 06, 2018

Rekaman Terakhir Krapp (Krapp’s Last Tape)

https://perpusnaskah.blogspot.co.id/
Ditulis di Inggris tahun 1958. Pertamakan dipublikasikan di Evergreen Riview musim panas 1958.
pert amakali di pentaskan di Royal Court Theater London, 28 Oktober 1958.

Hampir tengah malam di masa depan .
Ruang Kerja kecil Krapp
Tengah depan
Sebuah meja kecil, kedua lacinya kalau dibuka menghadap penonton.
Duduk di meja, menghadap depan, di seberang laci, seorang tua letih: Krapp.
Celana hitam murahan sempit terlalu pendek untuknya. Jas hitam murahan tanpa lengan, muat empat saku. Arloji perak dan rantainya berat, hem kumal terbuka di leher. Sepasang sepatu boot putih kotor yang luar biasa, paling sedikit ukuran sepuluh, sangat sempit dan lancip.
Wajah putih hidung bungur. Rambut abu-abu awut-awutan tidak cukur.
Mata ayam (tapi tidak berkacamata, agak tuli.)
Suara parau. Nada suara tak biasa.
Diatas meja sebuah tape rekorder dengan microfon dan beberapa kardus berisi gulungan-gulungan pita rekaman. Meja dan daerah terdekat sekitarnya dalam cahaya putih yang kuat. Panggung selebihnya dalam gelap.

Krapp sejenak tetap diam tak bergerak, menghela nafas dalam, melihat arlojinya, merogoh-rogoh keempat sakunya, mengeluarkan sebuah amplop, mengembalikannya, merogoh-rogoh, mengeluarkan seikat kecil kunci, mengangkat kearah matanya, memilih sebuah kunci, berdiri dan bergerak ke depan meja. Ia membungkuk, membuka laci pertama , mengintai ke dalam, meraba-raba di dalamnya, mengeluarkan segulungan pita rekaman tape, memandang dekat-dekat , mengembalikannya, mengunci laci, membuka laci kedua, mengintai ke dalam, meraba-raba di dalamnya, mengeluarkan sebuah pisang besar, memandangnya , mengunci laci, mengembalikan kunci ke dalam sakunya.
Ia membalik, maju ke pinggiran panggung, berhenti, mengelus pisang, mengupasnya, menjatuhkan kulit diatas kakinya , memasukan ujung pisang kedalam mulutnya dan tetap tak bergerak, menatap kosong kedepan , akhirnya ia gigit ujungnya, menghadap kesamping, dan mulai melangkah mondar-mandir di pinggiran panggung, di dalam cahaya, tidak lebih empat atau lima langkah setiap arah, meditatif, makan pisang. Ia menginjak kulitnya, tergelincir, hapir jatuh, ia mendapat keseimbangannya kembali, membungkuk, dan menatap ke kulit dan akhirnya tetap membungkuk, dengan salah satu kaki, mendorongnya melampaui pinggiran pannggung ke lubang (bawah panggung)
Ia melanjutkan langkahnya, menghabiskan pisang, kembali ke meja, duduk, sejenak tetap tak bergerak, menghela napas dalam, mengambil kunci dari sakunya, mengangkat kea rah matanya, memilih kunci, berdiri dan berjalan menuju meja bagian depan, membuka laci kedua, mengambil pisang besar kedua, memandangnya, mengunci laci, memasukkan kunci kembali ke sakunya, membalik, menuju pinggiran panggung, berhenti, mengusap pisang, mengupas, membuang kulitnya ke lubang, memasukkan ujung pisang ke mulutnya dan tetap tak bergerak, menatap kosong ke depan.
Akhirnya ia mempunyai ide, memasukkan pisang ke dalam saku jasnya, ujung menyembul, dan dengan kecepatan yang bisa dia capai, dia pergi ke belakang panggung menuju kegelapan. Sepuluh detik. Letupan keras gabus. Limabelas detik. Ia kembali ke cahaya membawa sebuah buku besar tua dan duduk di atas meja, mengusap mulutnya, mengusap kedua tangan pada jas bagian depan, mengatupkan kedua tangannya ke depan dengan tangkas dan menggosok-gosokkannya.
 KRAPP : (Cepat) Ah! (Ia membungkuk di atas buku, membalik-balik halaman. Menemukan catatan yang dia inginkan, membacanya.)
 Kotak…tiga…kumparan …lima…. (
Ia mengangkap kepalanya dan memandang depan, dengan suka cita )
 Spool! Kumparan! (Diam) Kumparan! Spoooool!
 (Tersenyum gembira. Diam. Ia membungkuk di atas meja, mulai memandang dan mengaduk-aduk kotak-kotak karton).
 Kotak … tiga … tiga … empat … dua … (dengan keheranan) Sembilan! Tuhan!  … tujuh … Ah! Bangsat
 (ia mengangkat kotak, memandanginya.) Kotak tiga
 (ia meletakannya di atas meja, membukanya dan memandang beberapa kumparan  di dalamnya. )


Untuk selengkapnya dapat diunduh file dokumen word dibawah ini
https://perpusnaskah.blogspot.co.id
Share via FB/Twitter / Google Plus untuk melihat alamat unduhan

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »